Darawa, 4 September 2025 — Ketika fajar menyingsing di pesisir One Mbiha, kesunyian pantai perlahan digantikan oleh kesibukan warga. Lelaki, perempuan, anak-anak hingga tetua adat berkumpul, bukan sekadar menyambut hari, namun memulai prosesi sakral: pembukaan kembali lokasi tangkapan gurita di Fulu Ntooge.
Di bawah langit biru dan gemuruh ombak pagi, upacara adat diadakan. Doa-doa dilantunkan, sesaji diletakkan di empat penjuru mata angin sebagai simbol permohonan keselamatan dan berkah dari laut. Tetua adat, dengan suara tenang namun tegas, mengingatkan pesan nenek moyang: laut adalah sumber kehidupan yang bukan untuk dieksploitasi, tetapi dijaga dan disyukuri.


Tradisi ini bukan sekadar seremoni, melainkan penanda penting dalam siklus kehidupan masyarakat pesisir Darawa. Setelah beberapa bulan wilayah tangkapan ditutup demi memberi waktu bagi gurita berkembang biak.
Menjelang sore, ketika air laut mulai surut, tanda resmi pembukaan lokasi tangkapan disampaikan. Dengan penuh semangat, para nelayan laki-laki dan perempuan turun ke laut. Di antara karang dan pasir, gurita-gurita yang bersembunyi mulai ditemukan.

Dalam satu hari, total 115,7 kilogram gurita berhasil ditangkap. Rinciannya: situs A menyumbang 39,6 kilogram, situs B mencapai 68,1 kilogram, dan situs C sebesar 8 kilogram. Nilai jual keseluruhannya mencapai Rp6.688.300. Angka ini bukan hanya soal ekonomi, tapi juga bukti keberhasilan pengelolaan berbasis adat.



