Desa Sombano Paparkan Analisis Cepat dan Analisis Penuh Data Perikanan Gurita

Desa Sombano Paparkan Analisis Cepat dan Analisis Penuh Data Perikanan Gurita

Sombano, 6 Desember 2025 — Locally Managed Marine Area (LMMA) Popajumpa, bersama pemerintah Desa Sombano, Perwakilan Masyarakat Adat Sara Barata Kahedupa, dan Forkani mengelar Pemaparan Analisis Cepat dan Pemaparan Analisis Penuh Data Perikanan di Kantor Desa Sombano, Sabtu (6/12). Kegiatan ini diikuti oleh 45 peserta yang terdiri dari 35 laki-laki dan 10 perempuan.

Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Desa Sombano, La Sali, mewakili Kepala Desa yang berhalangan hadir. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan berharap hasil analisis yang dipaparkan dapat menjadi dasar dalam meningkatkan pengelolaan perikanan dan pendapatan nelayan di Desa Sombano.

Sementara itu, Jawarudin dari Sara Barata Kahedupa mengapresiasi swadaya kelompok Popajumpa dalam melakukan pengawasan sumber daya alam, khususnya perikanan. Ia berharap program ini dapat diterapkan di seluruh wilayah Barata Kahedupa, Pulau Kaledupa, sehingga hasil perikanan masyarakat tetap stabil bahkan meningkat.

Pada sesi pemaparan, Arman selaku Koordinator Pendataan menjelaskan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk mengetahui tren hasil tangkapan gurita dan menjadi acuan pengambilan keputusan pengelolaan perikanan. Ia menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam penetapan zona tangkap, pembatasan alat tangkap, penerapan kearifan lokal, pengawasan, serta pencatatan hasil tangkapan secara rutin.

Menurut Arman, monitoring hasil tangkapan menjadi kunci untuk mencegah praktik penangkapan tidak berkelanjutan, seperti penangkapan gurita berukuran kecil maupun penangkapan di wilayah yang dilindungi. Data hasil tangkapan juga menjadi dasar penyusunan kebijakan pengelolaan perikanan, termasuk penentuan wilayah dan musim tangkap.

Kamil dari LMMA Popajumpa memaparkan data hasil tangkapan satu minggu setelah pembukaan wilayah penutupan pada September 2025. Dalam periode tersebut, total tangkapan tercatat 45 kilogram dengan rata-rata CPUE 3 kilogram per trip, persentase tangkapan gurita dewasa 42 persen, melibatkan sembilan nelayan, dengan total pendapatan mencapai Rp1.774.000.

Pada sesi diskusi, sejumlah peserta menilai hasil tangkapan pada periode pembukaan belum optimal. Kamil mengakui bahwa pengawasan di wilayah penutupan kali ini kurang maksimal karena lokasinya jauh dari permukiman dan mudah dijangkau oleh nelayan dari desa lain. Peserta kemudian mengusulkan agar lokasi penutupan berikutnya dipindahkan ke area yang lebih mudah diawasi.

Selain analisis cepat, juga dipaparkan hasil analisis penuh. Data Agustus 2025 menunjukkan total tangkapan 212 kilogram dengan rata-rata CPUE 4 kilogram per trip dan persentase tangkapan gurita dewasa 56 persen, sedangkan pada Oktober 2025 total tangkapan mencapai 179 kilogram dengan CPUE 3 kilogram per trip dan persentase gurita dewasa 24 persen.

Menutup kegiatan, Sekretaris Desa Sombano menyampaikan bahwa data yang diperoleh hari ini akan menjadi bahan perbandingan dengan data sebelumnya dan menjadi dasar perencanaan strategi ke depan. Ia berharap melalui pengelolaan berbasis data, pendapatan nelayan Desa Sombano dapat terus meningkat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cari

Scroll to Top