Penutupan Namo Nu Sara di Desa Darawa: Mengistirahatkan Laut untuk Menjaga Kehidupan

Penutupan Namo Nu Sara di Desa Darawa: Mengistirahatkan Laut untuk Menjaga Kehidupan

Darawa, 28 Desmber 2025 – Masyarakat Desa Darawa melakukan Penutupan Namo Nu Sara atau temporary closure sebagai bagian dari pelaksanaan hukum adat dalam pengelolaan sumber daya laut. Penutupan ini ditandai dengan doa bersama, dipimpin oleh para tetua adat dan dihadiri oleh nelayan, perempuan, pemuda, serta kelompok dampingan konservasi.

Penutupan Namo Nu Sara berarti kawasan perairan tertentu dinyatakan ditutup sementara dari segala bentuk aktivitas pengambilan sumber daya laut, baik penangkapan ikan, pengambilan biota, maupun aktivitas lain yang berpotensi mengganggu ekosistem. Masa penutupan ini bertujuan memberi waktu bagi laut untuk memulihkan diri setelah terus-menerus dimanfaatkan.

Selama masa temporary closure, seluruh warga diwajibkan mematuhi aturan adat yang berlaku. Sanksi adat akan dikenakan bagi siapa pun yang melanggar kesepakatan, sebagai bentuk tanggung jawab moral dan sosial terhadap komunitas.

Kawasan yang ditutup meliputi perairan di sekitar Uju Nu Umbu, yang dikenal sebagai area penting bagi habitat terumbu karang, lamun, dan berbagai biota bernilai ekonomi. Penutupan ini diharapkan mampu meningkatkan kembali populasi ikan serta menjaga keberlanjutan mata pencaharian nelayan lokal.

Dengan dilaksanakannya Penutupan Namo Nu Sara, masyarakat Desa Darawa menunjukkan bahwa kearifan lokal bukan hanya simbol budaya, tetapi strategi nyata menghadapi krisis ekologi. Mengistirahatkan laut hari ini adalah investasi untuk kehidupan yang lebih baik di masa depan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cari

Scroll to Top