Pagi itu, 9 Maret 2026, pesisir Desa Darawa tampak lebih ramai dari biasanya. Sejumlah nelayan berkumpul di tepi pantai, sebagian menyiapkan perahu, sebagian lagi berbincang sambil menunggu arahan. Hari itu bukan hari melaut biasa. Masyarakat akan membuka kembali lokasi tangkapan gurita di Uju Nu Umbu, Desa Darawa, Kaledupa Selatan yang selama beberapa waktu terakhir ditutup.
Penutupan lokasi ini merupakan bagian dari upaya pengelolaan perikanan berbasis masyarakat yang difasilitasi oleh LMMA Limbo Kiwolu bersama pemerintah desa dan tokoh masyarakat. Selama masa penutupan, area tersebut tidak boleh dimasuki untuk aktivitas penangkapan gurita, agar sumber daya memiliki waktu untuk pulih.
Beberapa hari sebelum pembukaan, informasi telah disebarkan kepada warga desa. Pengurus LMMA Limbo Kiwolu bersama pemerintah desa menyampaikan pengumuman melalui pertemuan warga, pemberitahuan langsung kepada para nelayan, hingga mendatangi rumah-rumah. Tujuannya untuk memastikan semua orang mengetahui kapan lokasi akan dibuka dan aturan apa saja yang harus dipatuhi.
Sebelum berangkat ke laut, masyarakat terlebih dahulu mengikuti joaka (doa bersama) di pesisir pantai. Pemerintah desa dan LMMA limbo Kiwolu kembali mengingatkan tujuan dari sistem buka-tutup ini menjaga keberlanjutan gurita sekaligus memastikan masyarakat tetap bisa mendapatkan manfaat dari laut.
Setelah sesi doa selesai, perahu-perahu mulai bergerak menuju Uju Nu Umbu. Di lokasi tersebut, sebuah bendera yang selama masa penutupan menjadi tanda larangan menangkap gurita masih berdiri.

Bendera itu kemudian diturunkan secara simbolis oleh perwakilan pemerintah desa dan LMMA Limbo Kiwolu. Para nelayan menyaksikan momen tersebut dari perahu masing-masing. Penurunan bendera menjadi tanda bahwa lokasi tersebut resmi dibuka kembali.
Tak lama setelahnya, para nelayan mulai menyebar di sekitar area untuk mencari gurita. Suasana laut berubah menjadi penuh aktivitas. Beberapa orang langsung turun ke air, sementara yang lain mengamati batu-batu karang yang sering menjadi tempat persembunyian gurita.

Bagi masyarakat Desa Darawa, pembukaan lokasi ini bukan sekadar kesempatan menangkap gurita. Lebih dari itu, ini menjadi bagian dari cara mereka menjaga laut yang menjadi sumber kehidupan.



