Tanomeha, 21 Desember 2025 — Pemerintah Desa Tanomeha bersama nelayan, pembeli, enumerator, dan tim pendamping menggelar kegiatan Data Feedback Season (DFS) Reguler di Kantor Desa Tanomeha, Dusun Lohoa, Minggu (21/12). Kegiatan ini bertujuan menyampaikan kembali hasil pendataan perikanan gurita kepada masyarakat sekaligus memperkuat pengelolaan perikanan berbasis data dan partisipasi warga.
Kepala Desa Tanomeha membuka kegiatan tersebut dan menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya pesisir secara bijak, mengingat perikanan menjadi sumber penghidupan utama masyarakat Lohoa. Ia mengingatkan nelayan untuk menggunakan alat tangkap ramah lingkungan dan mematuhi kesepakatan pengelolaan demi menjaga keberlanjutan stok gurita.
Pemaparan data disampaikan oleh Agus Supriadi. Ia menjelaskan bahwa DFS bertujuan mengidentifikasi tren hasil tangkapan, menyediakan bukti berbasis data sebagai dasar pengambilan keputusan, serta meningkatkan transparansi kepada masyarakat. Dalam pengelolaan perikanan, masyarakat dinilai memiliki peran strategis, mulai dari penentuan lokasi tangkapan, pembatasan alat tangkap, hingga pencatatan hasil tangkapan secara rutin.
Dalam pemaparan hasil pendataan, ditampilkan perbandingan dua periode enam bulan. Pada periode Desember 2024–Mei 2025 tercatat total tangkapan 1.380 kilogram dengan rata-rata 5 kilogram per nelayan, seluruhnya merupakan gurita berukuran dewasa, dan jumlah nelayan melaut mencapai 120 orang. Sementara pada periode Juni–November 2025, total tangkapan menurun menjadi 1.002 kilogram dengan rata-rata 4 kilogram per nelayan, persentase gurita dewasa 95 persen, dan jumlah nelayan melaut 35 orang.
Meski terjadi penurunan jumlah nelayan dan total tangkapan, kualitas hasil tangkapan tetap terjaga. Hal ini ditunjukkan oleh tingginya persentase gurita dewasa yang ditangkap, yang mengindikasikan meningkatnya kesadaran nelayan terhadap praktik penangkapan berkelanjutan.
Dari sisi pendapatan, pembeli di Dusun Lohoa menyebutkan adanya kenaikan harga gurita pada periode September–November 2025. Kenaikan ini berdampak langsung pada peningkatan pendapatan nelayan dan bertepatan dengan dibukanya kembali lokasi Temporary Closure (TC) pada September 2025.
Dalam sesi diskusi, masyarakat menyampaikan bahwa pendataan dan kegiatan DFS membantu mereka memahami kondisi sumber daya, menjadi dasar perumusan kebijakan bersama, serta menunjukkan manfaat ekonomi nyata dari pengelolaan yang lebih baik.
Menutup kegiatan, seluruh peserta sepakat melanjutkan kebijakan penutupan sementara lokasi tangkapan. Berdasarkan data yang dipaparkan, kebijakan tersebut dinilai memberikan dampak positif terhadap kualitas hasil tangkapan, peningkatan pendapatan nelayan, serta keberlanjutan sumber daya gurita di perairan Tanomeha.



