LMMA Popajumpa Lanjutkan Analisis dengan DFS, Produksi Gurita Sombano Meningkat

LMMA Popajumpa Lanjutkan Analisis dengan DFS, Produksi Gurita Sombano Meningkat

Sombano, 6 Desember 2025 — Setelah mendiskusikan hasil analisis cepat dan analisis penuh data perikanan, kelompok LMMA Popajumpa melanjutkan kegiatan dengan menggelar Data Feedback Session (DFS) di Kantor Desa Sombano, Sabtu (6/12) siang, bersama pemerintah desa, Forkani, Sara Barata Kahedupa, serta perwakilan nelayan dan masyarakat.

Dalam Sambutannya, Direktur Forkani, La Beloro, mengatakan bahwa DFS menjadi wadah penyampaian hasil pendataan perikanan selama enam bulan terakhir, yakni periode Juni hingga November 2025. Data tersebut diharapkan menjadi bahan perbandingan bagi seluruh unsur masyarakat dalam merumuskan tindak lanjut pengelolaan perikanan di Desa Sombano.

Dukungan juga disampaikan oleh Kepala Seksi Kesejahteraan Kecamatan Kaledupa, Tamrin Tahir. Ia menyebut Desa Sombano sebagai pilot project pengelolaan perikanan skala kecil di Kecamatan Kaledupa. Ia meminta pemerintah desa mengarsipkan seluruh data perikanan sebagai data sekunder kecamatan serta mendorong desa lain meniru praktik serupa.

Pada sesi pemaparan, Koordinator Pendataan Arman menekankan bahwa DFS bertujuan membaca tren hasil tangkapan dan menjadi dasar pengambilan keputusan. Ia menjelaskan peran masyarakat mulai dari penetapan zona tangkap, pembatasan alat tangkap, hingga pencatatan rutin untuk mencegah praktik penangkapan tidak berkelanjutan.

Data hasil tangkapan yang dipaparkan Hajidun dari LMMA menunjukkan adanya peningkatan produksi dan pendapatan nelayan. Pada periode Desember 2024–Mei 2025 tercatat total tangkapan 1.049 kilogram dengan rata-rata CPUE 3 kilogram per trip, persentase gurita dewasa 88 persen, dan melibatkan 70 nelayan. Total pendapatan pada periode ini mencapai Rp31.776.100 dengan rata-rata Rp78.140 per trip.

Sementara pada periode Juni–November 2025, total tangkapan meningkat menjadi 1.534 kilogram dengan CPUE rata-rata 4 kilogram per trip. Persentase tangkapan gurita dewasa tercatat 43 persen dengan jumlah nelayan 18 orang. Total pendapatan juga naik menjadi Rp36.826.200 dengan rata-rata Rp96.526 per trip.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cari

Scroll to Top