Kaledupa, 19-27 November 2025- Bersama Locally Managed Marine Area (LMMA), Forkani kembali melaksanakan kegiatan monitoring terhadap tiga ekosistem pesisir utama, yakni mangrove, lamun, dan terumbu karang, di Desa Sombano, Darawa, dan Tanomeha. Kegiatan ini berlangsung selama sembilan hari, sejak 19 hingga 27 November 2025.



Monitoring dilakukan untuk memantau kesehatan dan kondisi terkini ketiga ekosistem laut yang menjadi penyangga utama kehidupan masyarakat pesisir. Tim gabungan Forkani dan LMMA turun langsung ke lapangan melakukan pengamatan tutupan mangrove, kondisi padang lamun, serta kesehatan terumbu karang di masing-masing lokasi dampingan.


Koordinator kegiatan menyampaikan bahwa data hasil monitoring akan menjadi dasar penting dalam merancang strategi pengelolaan sumber daya pesisir berbasis masyarakat. Melalui pendataan rutin ini, masyarakat diharapkan dapat mengetahui perubahan kondisi ekosistem, baik penurunan maupun peningkatan kualitas lingkungan laut di wilayah mereka.



Selain pengumpulan data biofisik, kegiatan monitoring juga melibatkan masyarakat setempat sebagai bagian dari penguatan peran LMMA. Keterlibatan warga dinilai penting agar mereka memiliki rasa kepemilikan terhadap ekosistem pesisir dan turut menjaga keberlanjutan mangrove, lamun, serta terumbu karang.
Hasil monitoring ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bersama pemerintah desa dan kelompok masyarakat dalam merumuskan kebijakan pengelolaan pesisir yang lebih berkelanjutan, khususnya di Desa Sombano, Darawa, dan Tanomeha yang selama ini menjadi wilayah dampingan program konservasi berbasis komunitas.



