20 April 2026- Hari itu menjadi momen penting bagi masyarakat dan kelompok Local Marine Management Area (LMMA) Popajumpa dengan dibukanya kembali wilayah penangkapan gurita setelah melewati masa penutupan sementara.
Proses pembukaan diawali dengan penyampaian pengumuman kepada seluruh masyarakat. Melalui pengeras suara, informasi disampaikan secara terbuka bahwa masa penutupan telah berakhir dan wilayah tangkapan resmi dibuka kembali. Pengumuman tersebut menjadi penanda bahwa upaya menjaga sumber daya laut selama masa penutupan telah selesai dilakukan, sehingga masyarakat dapat kembali melaut dengan tetap mengikuti aturan yang telah disepakati bersama.

Selama masa penutupan berlangsung, penjagaan wilayah dilakukan oleh LMMA Popajumpa bersama masyarakat untuk memastikan tidak ada aktivitas penangkapan gurita di area yang telah disepakati. Upaya ini menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan sumber daya laut agar populasi gurita memiliki waktu untuk tumbuh dan berkembang.
Tepat pukul 08.00 pagi, anggota kelompok Popajumpa berkumpul di lokasi pembukaan bersama masyarakat, tokoh adat setempat, dan para nelayan. Dengan penuh khidmat, dilakukan prosesi pelepasan bendera yang sebelumnya menjadi simbol larangan penangkapan gurita. Pelepasan bendera tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi simbol bahwa ekosistem laut telah diberi waktu untuk pulih dan kini siap dimanfaatkan kembali secara bijaksana.
Setelah prosesi selesai, para nelayan mulai turun ke laut untuk melakukan penangkapan gurita. Dengan penuh semangat, mereka membawa harapan akan hasil tangkapan yang lebih baik sebagai buah dari kesabaran menjaga laut selama masa penutupan berlangsung.
