Sombano, 4 Mei 2025— Aroma bumbu yang ditumis dan suara riuh peserta yang saling berbagi tugas memenuhi salah satu rumah warga di Desa Sombano. Suasana hari itu bukan hanya tentang memasak, tapi tentang harapan untuk membangun kemandirian ekonomi.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan kelompok simpan pinjam Posa’asa, agar tak hanya bergantung pada pinjaman, tetapi juga mampu berwirausaha secara mandiri. Di hari kedua workshop, fokus pelatihan tertuju pada pengolahan ikan menjadi abon, makanan yang tahan lama, bernilai jual, dan dapat diproduksi dari bahan yang mudah didapat di sekitar desa.
Workshop difasilitasi oleh Bariati, salah satu perempuan penggerak dari kelompok Paseba yang telah lebih dulu menekuni usaha pengolahan hasil laut. Ia membagikan rahasia rasa gurih abon yang ia buat. “Salah satu kuncinya adalah kelapa tua yang disangrai, tapi kelapanya harus baru dipetik. Kalau sudah berhari-hari, minyaknya lebih banyak dan bisa membuat abon terasa polala (seperti rasa minyak basi)” jelas Bariati.
Tak lama setelah sesi materi singkat, peserta langsung beraksi. Ikan katambah, jenis ikan yang umum ditemukan di perairan sekitar Sombano menjadi bahan utama. Setiap orang mengambil peran, ada yang menumbuk daging ikan, ada yang sibuk mengupas bawang, mencincang serai, lengkuas, dan bumbu lainnya.
Widiastuti, salah satu peserta, menyampaikan rasa syukurnya atas kesempatan yang diberikan. “Saya berterima kasih karena sudah bisa ikut pelatihan ini. Semoga kami bisa terus belajar dan mulai usaha sendiri. Ini sangat bermanfaat untuk kami di desa,” ujarnya dengan senyum.



