Keluarga Nelayan di Desa Darawa Ikuti Pelatihan Literasi Keuangan Rumah Tangga

Darawa, 10 Juni 2026 — Anggota kelompok nelayan, keluarga nelayan, anggota kelompok simpan pinjam (VSLA), dan perempuan pesisir mengikuti Pelatihan Literasi Keuangan Rumah Tangga Nelayan yang diselenggarakan Forkani di Balai Desa Darawa, Rabu (10/6/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat pesisir dalam mengelola pendapatan rumah tangga, menyusun anggaran, serta memperkuat ketahanan ekonomi keluarga nelayan.

Pelatihan diawali dengan registrasi peserta dan pelaksanaan pre-test untuk mengetahui tingkat pemahaman awal peserta mengenai pengelolaan keuangan rumah tangga. Selanjutnya fasilitator menyampaikan sejumlah tujuan pelatihan, mulai dari memahami arus pemasukan dan pengeluaran rumah tangga, membedakan kebutuhan dan keinginan, menyusun anggaran sederhana, hingga memahami pentingnya menabung dan dana darurat.

Dalam sesi materi, Hasanuddin (Forkani) sebagai fasilitator menjelaskan bahwa literasi keuangan merupakan kemampuan mengelola pendapatan, pengeluaran, tabungan, utang, dan perencanaan masa depan. Materi dikaitkan dengan kondisi keluarga nelayan yang memiliki pendapatan tidak tetap karena dipengaruhi musim, cuaca, serta fluktuasi harga hasil tangkapan.

Peserta kemudian mengidentifikasi sumber pendapatan keluarga masing-masing. Selain berasal dari hasil tangkapan ikan dan gurita, peserta juga menyebut pendapatan tambahan dari hasil budidaya rumput laut, hasil kebun, usaha kecil, hingga program bantuan pemerintah.

Fasilitator juga membahas pola pengeluaran rumah tangga yang dibagi menjadi pengeluaran rutin, tidak rutin, dan pengeluaran tidak terduga seperti biaya kesehatan, kerusakan mesin perahu, maupun kondisi cuaca buruk yang membatasi aktivitas melaut.

Untuk memperkuat pemahaman peserta, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi pengelolaan keuangan rumah tangga. Peserta dibagi menjadi lima kelompok dan diminta menyusun alokasi pendapatan sebesar Rp3.000.000 pada musim ramai ke dalam empat pos utama, yaitu kebutuhan harian keluarga, tabungan, dana darurat, dan modal usaha.

Hasil simulasi dipresentasikan oleh perwakilan masing-masing kelompok, yaitu Finarti, Heni Yulianti, Neni Indriani, Jidarti, dan Musrika. Dalam diskusi, sebagian besar peserta mengakui belum pernah menyusun perencanaan keuangan rumah tangga secara tertulis. Pendapatan yang diperoleh selama ini umumnya langsung digunakan untuk membayar utang dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Selain itu, peserta diajak memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan agar pengeluaran rumah tangga dapat lebih terarah. Fasilitator juga memperkenalkan prinsip sederhana pengelolaan keuangan, yakni menyisihkan pendapatan untuk tabungan sebelum digunakan untuk belanja.

Peserta turut memperoleh pemahaman mengenai manfaat kelompok simpan pinjam (VSLA) sebagai sarana menabung, memperoleh akses pembiayaan produktif, serta membangun kemandirian ekonomi keluarga.

Pada sesi akhir, fasilitator membahas strategi pengelolaan keuangan saat musim ramai dan musim paceklik. Peserta didorong untuk menyiapkan tabungan saat pendapatan meningkat dan mengelola pengeluaran secara lebih bijak ketika pendapatan menurun.

Melalui sesi refleksi, sebagian besar peserta menyampaikan bahwa mereka belum melakukan pencatatan pemasukan dan pengeluaran secara rutin serta belum memiliki kebiasaan menabung yang konsisten. Sebagai tindak lanjut, peserta menuliskan komitmen pribadi untuk mulai memperbaiki pengelolaan keuangan rumah tangga masing-masing.

Kegiatan ditutup dengan pelaksanaan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti pelatihan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top