Kaledupa, 21 September 2026 — Masa penutupan sementara wilayah Luangkee, Kadie Langge, berakhir pada Senin (21/9). Pembukaan yang berlangsung sejak pukul 06.30 WITA ini menjadi tanda dimulainya kembali aktivitas penangkapan gurita setelah sebelumnya masyarakat dan anggota LMMA Kadie Langge sepakat menutup wilayah tersebut untuk sementara.
Sebelum perahu dan alat tangkap digunakan, pembukaan diawali dengan prosesi adat. Tetua nelayan Lohoa memberikan sesajen di sekitar lokasi penutupan. Prosesi tersebut menjadi bagian dari cara masyarakat menghormati adat sekaligus menandai dimulainya kembali pemanfaatan wilayah yang selama masa penutupan dibiarkan tanpa aktivitas penangkapan.
Setelah prosesi selesai, sekitar 20 nelayan yang ikut mendukung penutupan sementara mulai menangkap gurita bersama-sama.
Bagi nelayan, masa penutupan bukan berarti wilayah tersebut berhenti memiliki arti. Justru selama masa itu, wilayah kelola menjadi ruang yang perlu dijaga bersama. Ketika pembukaan tiba, kesepakatan yang telah dibuat kembali diuji: siapa yang boleh menangkap, bagaimana wilayah dijaga, dan bagaimana aturan yang telah disepakati diterapkan di lapangan.
Hal itu terlihat pada hari pembukaan.
Seorang nelayan dari luar desa ditemukan ikut melakukan aktivitas penangkapan di dalam Luangkee. Kehadirannya segera mendapat respons dari masyarakat. Salah seorang nelayan Lohoa meminta nelayan tersebut meninggalkan lokasi penangkapan. Dua ekor gurita yang telah diperoleh nelayan tersebut kemudian diamankan oleh nelayan setempat sesuai dengan aturan yang berlaku di wilayah kelola masyarakat.
Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa membuka wilayah tidak serta-merta berarti semua orang dapat memanfaatkannya tanpa batas. Ada kesepakatan yang mengatur pemanfaatan wilayah dan ada masyarakat yang bertugas memastikan kesepakatan tersebut tetap dijalankan.
Setelah kejadian itu, nelayan Lohoa kembali melanjutkan aktivitas penangkapan hingga sepanjang hari.
Tim FORKANI yang mendampingi proses pembukaan turut berada di lokasi sejak awal kegiatan. Namun, tim harus meninggalkan lokasi sebelum seluruh nelayan menyelesaikan aktivitas penangkapan. Akibatnya, hasil tangkapan pada hari pembukaan belum dapat dicatat secara keseluruhan.
Keterbatasan pencatatan tersebut menjadi salah satu catatan dari pembukaan kali ini. Selain memastikan aturan dipatuhi, pencatatan hasil tangkapan penting untuk mengetahui bagaimana kondisi sumber daya setelah masa penutupan dan menjadi bahan evaluasi untuk pengelolaan berikutnya.
Sementara itu, kejadian masuknya nelayan dari luar desa juga menjadi pembelajaran bagi masyarakat Kadie Langge. Pengelolaan wilayah tidak berhenti pada kesepakatan penutupan. Ketika wilayah kembali dibuka, pengawasan dan komunikasi antarnelayan tetap dibutuhkan untuk memastikan aturan bersama dapat diterapkan.





