Kaledupa, 20 September 2026 — Klab Mangrove SMA Negeri 1 Kaledupa mengikuti Tour Mangrove Kadie La Olua di kawasan Mangrove Mata Nu Tafo, Pulau Kaledupa. Kegiatan ini mengajak siswa mengenal ekosistem mangrove secara langsung, mendokumentasikan kawasan melalui fotografi, serta memahami pentingnya menjaga mangrove sebagai bagian dari warisan alam Kaledupa.
Setibanya di Mata Nu Tafo, para siswa mendapatkan pengenalan mengenai mangrove dan kawasan yang mereka kunjungi. Kamil, anggota LMMA Popajumpa, menjelaskan bahwa Mangrove Mata Nu Tafo merupakan bagian dari warisan leluhur yang perlu dijaga bersama.
“Mangrove Mata Nu Tafo ini adalah mangrove berusia ratusan tahun yang menjadi warisan dari leluhur yang harus kita jaga sampai seterusnya. Anak-anak muda inilah yang nantinya menjadi ujung tombak untuk melanjutkan perjuangan menjaga mangrove agar tetap lestari,” ujar Kamil.

Setelah mendapatkan edukasi, peserta dibagi menjadi lima kelompok. Setiap kelompok didampingi oleh tim dari Forkani dan LMMA Popajumpa untuk menyusuri kawasan mangrove. Dalam perjalanan, siswa diajak mengenali berbagai jenis mangrove, karakteristik tempat tumbuhnya, kondisi lingkungan, serta biota yang hidup di kawasan tersebut. Mereka juga berkesempatan mengeksplorasi kawasan mangrove yang berbeda dari lingkungan yang selama ini mereka kenal.
Selain pengamatan langsung, fotografi menjadi bagian dari kegiatan. Siswa didorong untuk mengabadikan berbagai hal yang mereka temukan selama menyusuri kawasan, mulai dari vegetasi mangrove hingga biota dan lanskap pesisir.
“Kamera menjadi salah satu cara bagi peserta untuk merekam keindahan kawasan sekaligus menemukan berbagai cerita di balik ekosistem mangrove,” kata Nurmayanti.

Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai fungsi dan manfaat mangrove, tetapi juga pengalaman belajar langsung di lingkungan pesisir. Mereka diajak memahami bahwa mangrove merupakan ekosistem yang memiliki peran penting bagi kehidupan di wilayah pesisir dan perlu dijaga keberlangsungannya.
Tour Edukasi Mangrove Kadie La Olua juga mempertemukan pengetahuan masyarakat dengan proses belajar di sekolah. Pendamping dari Forkani dan LMMA Popajumpa berbagi pengetahuan mengenai kawasan, sementara siswa mendapatkan ruang untuk mengamati, bertanya, dan mendokumentasikan apa yang mereka temukan.



