LMMA Limbo Kiwolu bersama Forkani melakukan survei dan pemantauan ekosistem lamun di pesisir laut Desa Darawa, Kecamatan Kaledupa Selatan, Kabupaten Wakatobi, Senin (2/11/2026).
Survei ini dilakukan untuk mengidentifikasi jenis lamun, mengukur kualitas perairan, serta mendata keberadaan invertebrata dan ikan yang berasosiasi dengan ekosistem lamun.
Pengamatan dilakukan di tiga stasiun survei. Pada setiap stasiun, tim memasang tiga bentangan tali transek sepanjang 100 meter. Dengan demikian, terdapat sembilan bentangan transek yang digunakan dalam kegiatan ini.
Pada setiap bentangan, dilakukan 11 kali pengamatan menggunakan kuadran berukuran 50 x 50 sentimeter. Pengamatan mencakup identifikasi jenis dan kondisi vegetasi lamun. Tim juga mengukur parameter kualitas perairan, meliputi pH, salinitas, dan suhu.

Selain itu, tim mencatat keberadaan invertebrata di dalam kuadran serta mengamati ikan di sepanjang bentangan transek dengan cakupan area 2,5 meter pada masing-masing sisi tali.
Secara keseluruhan, survei menghasilkan 99 kali pengamatan menggunakan kuadran. Kegiatan ini juga menjadi ruang belajar bagi anggota LMMA Limbo Kiwolu untuk mengenal metode survei lamun, pengukuran kualitas perairan, serta identifikasi biota yang hidup di sekitar habitat lamun.

Keterlibatan anggota LMMA dalam pengumpulan data diharapkan dapat memperkuat kemampuan masyarakat melakukan pemantauan ekosistem pesisir secara mandiri dan berkelanjutan.
Selanjutnya, data hasil survei akan diolah dan dianalisis untuk mendokumentasikan kondisi ekosistem lamun di ketiga stasiun pengamatan. Pemantauan berkala juga diperlukan untuk mengetahui perubahan kondisi lamun dari waktu ke waktu sebagai bagian dari upaya pengelolaan sumber daya pesisir berbasis masyarakat.



