Buku Mangrove Kadie La Olua Diluncurkan, Jadi Media Belajar bagi Generasi Muda

Sombano- Sebagai bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya ekosistem mangrove, LMMA Popajumpa bersama Forkani meluncurkan buku saku “Hutan Mangrove Kadie La Olua: Pendokumentasian dan Cara Mengenalinya”. Peluncuran berlangsung pada Rabu, 26 Agustus 2026, di Balai Desa Sombano, Pulau Kaledupa.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan Sara Barata Kahedupa, Camat Kaledupa, Pemerintah Desa Sombano, Danramil Pulau Kaledupa, Balai Taman Nasional Wakatobi (BTNW), tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, perwakilan sekolah di Desa Sombano, kelompok Popajumpa, serta masyarakat Desa Sombano.

Perwakilan sekolah yang hadir antara lain dari SMP Satap Sombano dan SD Negeri Sombano. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat upaya bersama untuk mengenalkan dan mewariskan pengetahuan tentang mangrove kepada generasi muda.

Ketua Forkani, La Beloro, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengetahuan lokal dan ilmu pengetahuan dapat berjalan berdampingan dalam upaya menjaga lingkungan.

“Ilmu lokal dan ilmu pengetahuan dapat berdampingan. Semoga ini menjadi langkah awal bagi kita untuk tetap menjaga dan mewariskan pengetahuan ini kepada generasi muda,” ujar La Beloro.

Koordinator Program, Nurmayanti, menjelaskan bahwa buku tersebut merupakan hasil pendokumentasian yang dilakukan oleh kelompok Popajumpa bersama Forkani dengan pendampingan Balai Taman Nasional Wakatobi.

Menurutnya, pendokumentasian tersebut menjadi salah satu upaya untuk mengenali keragaman mangrove yang terdapat di kawasan Kadie La Olua. Sejak 2025, tercatat 39 jenis mangrove yang ditemukan di sepanjang wilayah Kadie La Olua, yang terdiri atas mangrove sejati dan mangrove asosiasi.

“Buku ini hadir sebagai media untuk mendukung pewarisan pengetahuan tentang mangrove kepada anak muda. Selanjutnya, buku ini akan kami bagikan ke sekolah tingkat SMA di Kaledupa,” jelas Nurmayanti.

Peluncuran kemudian dilanjutkan dengan penyerahan buku secara simbolis kepada perwakilan yang hadir. Selain memperkenalkan hasil pendokumentasian, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi masyarakat, pemerintah, tokoh masyarakat, serta perwakilan sekolah untuk memberikan masukan terhadap isi dan penyajian buku.

Penyerahan buku kepada perwakilan sekolah, tokoh adat dan pemerintah Desa Sombano

Salah satu masukan disampaikan oleh Darmin. Ia menilai bagian mengenai morfologi mangrove perlu dilengkapi dengan penjelasan yang lebih sederhana dan mudah dipahami agar masyarakat, terutama anak-anak, dapat mengenali perbedaan setiap jenis mangrove.

“Perlu ada penjelasan yang lebih lengkap pada bagian morfologi mangrove agar masyarakat dan anak-anak dapat lebih mudah mengenali perbedaan setiap jenis mangrove,” kata Darmin.

Ia juga menyarankan penggunaan gambar yang lebih menarik dan informatif. Menurutnya, visual yang mudah dipahami dapat menjadi referensi bagi berbagai kelompok usia, mulai dari siswa SD, SMP, SMA hingga masyarakat umum.

Keterlibatan sekolah dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat membuka ruang lebih luas bagi pemanfaatan buku sebagai bahan pengenalan mangrove bagi anak-anak dan remaja di Kaledupa. Dengan demikian, pengetahuan mengenai jenis, ciri, dan pentingnya ekosistem mangrove tidak hanya tersimpan dalam dokumentasi, tetapi dapat dipelajari dan diteruskan oleh generasi muda.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top