Sombano, 14 Juni 2026– Sebanyak 30 ibu rumah tangga nelayan dan anggota kelompok simpan pinjam Posa’asa (VSLA) mengikuti Pelatihan Literasi Keuangan Rumah Tangga Nelayan yang diselenggarakan Forkani di Kantor Balai Desa Sombano, Minggu (14/6). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan keluarga nelayan dalam mengelola pendapatan dan pengeluaran rumah tangga secara lebih terencana.
Bagi keluarga nelayan, literasi keuangan menjadi keterampilan yang penting karena pendapatan sering kali tidak menentu dan dipengaruhi oleh musim. Pada saat hasil tangkapan melimpah, pendapatan dapat meningkat, namun pada musim cuaca buruk atau hasil tangkapan menurun, penghasilan keluarga juga ikut berkurang. Kondisi tersebut menuntut kemampuan mengelola keuangan agar kebutuhan keluarga tetap terpenuhi sepanjang tahun.
Dalam pelatihan tersebut, Hasanuddin menjelaskan berbagai materi dasar literasi keuangan, mulai dari mengenali sumber pendapatan dan pengeluaran rumah tangga, membedakan kebutuhan dan keinginan, hingga menyusun anggaran keluarga. Peserta juga diperkenalkan pada pentingnya menabung dan menyiapkan dana darurat untuk menghadapi situasi yang tidak terduga.
Melalui sesi simulasi, peserta dibagi ke dalam lima kelompok untuk menyusun anggaran rumah tangga dengan asumsi pendapatan sebesar Rp3 juta per bulan. Kegiatan ini bertujuan membantu peserta memahami cara mengalokasikan pendapatan secara bijak, termasuk menentukan prioritas kebutuhan keluarga dan menyisihkan sebagian penghasilan untuk tabungan.
Hasanuddin menekankan bahwa salah satu kebiasaan penting dalam pengelolaan keuangan adalah menerapkan prinsip “sisihkan terlebih dahulu, kemudian belanjakan”. Menurutnya, kebiasaan tersebut dapat membantu keluarga membangun tabungan secara bertahap dan mengurangi risiko kehabisan uang sebelum kebutuhan utama terpenuhi.
Selain itu, peserta juga dikenalkan pada manfaat kelompok simpan pinjam sebagai sarana menabung dan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga. Melalui diskusi dan refleksi, peserta diajak mengevaluasi kebiasaan keuangan yang selama ini dijalankan serta menyusun langkah-langkah perbaikan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pelatihan ditutup dengan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Melalui pelatihan ini, Forkani berharap semakin banyak keluarga nelayan yang memiliki kemampuan mengelola keuangan secara bijak sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan ekonomi rumah tangga di tengah perubahan kondisi musim dan sumber penghidupan.