Sombano, 21 April 2025 — Bertempat di Kantor Desa Sombano, kegiatan “Analisis Cepat dan Pemaparan Hasil Analisis Penuh” dilaksanakan guna mengevaluasi hasil pembukaan lokasi tangkap gurita serta mendiskusikan pentingnya pendataan perikanan berkelanjutan. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Masyarakat Adat, Pemerintah Desa Sombano, Masyarakat dan Kelompok Lokal Managed Marine Areas (LMMA) Popajumpa Desa Sombano.
Dalam sesi pertama, Arman selaku PIC Data Gurita menyampaikan bahwa pembukaan lokasi tangkap gurita yang biasanya dilakukan setelah masa penutupan sementara atau pengelolaan berbasis waktu bertujuan untuk menjaga keberlanjutan sumber daya gurita, melestarikan ekosistem laut, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
“Peran masyarakat sangat krusial dalam pengelolaan ini,” tegas Arman. Keterlibatan warga mencakup penetapan zona tangkap, pembatasan alat tangkap, penerapan kearifan lokal, serta pengawasan dan pencatatan hasil tangkapan secara rutin. Penyebaran pengetahuan mengenai dampak alat tangkap ilegal dan pentingnya metode penangkapan berkelanjutan juga menjadi bagian integral dari strategi pengelolaan.
Arman melanjutkan bahwa, monitoring hasil tangkapan memiliki fungsi vital dalam menjaga populasi gurita agar tidak mengalami penurunan akibat penangkapan berlebih (overfishing). Data tangkapan diperlukan untuk menyusun kebijakan pengelolaan, menentukan musim dan wilayah tangkap, serta menjamin legalitas praktik perikanan. Alur pengumpulan data juga dijelaskan, dimulai dari nelayan, pembeli, enumerator, hingga masuk ke dalam dashboard perikanan.
Pemaparan hasil pendataan kemudian dibacakan oleh Kamil Anggota Kelompok LMMA. Data menunjukkan perubahan signifikan sebelum dan sesudah masa penutupan lokasi tangkap:
-
Minggu Pertama Setelah Pembukaan:
-
Total tangkapan: 62 kg
-
Rata-rata CPUE: 3 kg/trip
-
79% dari hasil adalah gurita dewasa
-
Total nelayan: 8 orang
-
Pendapatan: Rp1.744.500
-
Spesies terbanyak: gurita, kolas, punto-punto, borona, kadafo (11 spesies)
-
-
Satu Bulan Setelah Pembukaan:
-
Total tangkapan: 172 kg
-
88% gurita dewasa
-
CPUE tetap 3 kg/trip
-
Jumlah nelayan: 11 orang
-
Pendapatan: Rp5.564.500
-
Komoditas terbanyak: simbuku, kadafo, kola, saso, punto-punto (12 famili)
-
-
Satu Bulan Sebelum Pembukaan:
-
Total tangkapan: 269 kg
-
82% gurita dewasa
-
Jumlah nelayan: 17 orang
-
Pendapatan: Rp7.329.000
-
Rata-rata pendapatan per trip: Rp91.808
-
Jumlah spesies: 21 famili
-
Merespon adanya perbedaan data yang signifikan tersebut, La Pante menyatakan bahwa perbedaan jumlah tangkapan setelah pembukaan bisa disebabkan oleh variasi lokasi. Lokasi saat ini memiliki potensi berbeda dengan lokasi sebelumnya. Sementara itu, Kamil menambahkan bahwa musim tangkapan juga memengaruhi jumlah dan kualitas hasil tangkapan. Oleh karena itu, pada masa penutupan dan pembukaan berikutnya, pemilihan lokasi serta pertimbangan musim tangkapan menjadi sangat penting untuk menjamin hasil yang optimal dan berkelanjutan.



