Kelompok Popajumpa Lakukan Patroli dan Pengambilan Titik Koordinat Sampua di Kadie La Olua

Sombano, 10 Mei 2026 – Kelompok Local Marine Management Area (LMMA) Popajumpa kembali melaksanakan kegiatan patroli dan pengambilan titik koordinat sampua di wilayah Kadie La Olua, Minggu (10/5). Kegiatan ini dilakukan bersama Balai Taman Nasional Wakatobi dan Forkani sebagai bagian dari upaya pemantauan kawasan mangrove dan jalur pemanfaatan masyarakat.

Sebelum memulai patroli, anggota kelompok dibagi menjadi dua tim. Tim pertama melakukan pemantauan melalui jalur laut menggunakan perahu dengan menyusuri sejumlah sampua yang selama ini menjadi jalur transportasi masyarakat menuju kebun. Selain melakukan pemantauan, tim juga mengambil titik koordinat di setiap sampua sebagai bagian dari pendokumentasian dan pemetaan kawasan.

Sampua merupakan jalur-jalur sempit yang terbentuk di antara kawasan mangrove dan menghubungkan laut dengan kebun milik warga. Jalur ini menjadi akses penting bagi masyarakat pesisir karena digunakan sebagai tempat menambatkan perahu ketika hendak berkebun. Selain itu, beberapa sampua juga dimanfaatkan masyarakat untuk memasang perangkap kepiting.

Bagi warga, perjalanan menuju kebun melalui jalur laut sering kali lebih mudah dibandingkan jalur darat. Kondisi hutan mangrove yang dipenuhi akar dan lumpur membuat akses darat cukup sulit dilalui.

“Lewat darat justru susah karena harus melewati akar-akar mangrove dan lumpur. Motor dan mobil tidak bisa masuk. Mending pakai perahu, bisa muat banyak kelapa,” ujar La Ayiling saat patroli pada 16 Mei 2026.

Sementara itu, tim kedua melakukan patroli melalui jalur darat dengan memeriksa kondisi papan informasi perlindungan mangrove yang telah dipasang di beberapa lokasi. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan informasi yang disampaikan masih dapat dibaca dan berfungsi sebagai sarana edukasi bagi masyarakat.

Selama kegiatan berlangsung, cuaca hujan menyebabkan beberapa aktivitas patroli berjalan lebih lambat dari rencana. Meski demikian, seluruh rangkaian kegiatan tetap dapat dilaksanakan dengan baik melalui koordinasi antara anggota kelompok, Balai Taman Nasional Wakatobi, dan Forkani.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top