Sombano, 3 Mei 2025— Belasan ibu-ibu dari kelompok simpan pinjam Posaasa tampak antusias mengikuti pelatihan pembuatan kerupuk ikan yang berlangsung di salah satu rumah anggota kelompok. Aroma bawang putih dan daging ikan segar mulai menyeruak ketika kegiatan memasuki sesi praktik, usai pemaparan materi oleh Fasilitator, Bariati dari kelompok Paseba.
“Kerupuk ikan ini makanan yang sederhana tapi bergizi, terutama untuk anak-anak,” ujar Bariati membuka sesi pelatihan. Ia menekankan bahwa bahan baku utama, yakni ikan, sangat mudah ditemukan di Sombano sebagai desa pesisir yang dianugerahi laut kaya hasil tangkapan.
Menurut Bariati, hampir semua jenis ikan bisa digunakan asalkan berdaging tebal dan memiliki sedikit tulang. “Sebagai ibu rumah tangga, kita bisa menyiapkan bahan-bahannya dua hari sebelumnya. Yang penting dagingnya dihaluskan dan adonannya dibuat sepadat mungkin agar tidak terlalu berair,” jelasnya.

Ia juga mendorong pengurangan penggunaan MSG demi menjaga kesehatan anak-anak. Sebagai alternatif, ia menyarankan penambahan gula pasir untuk menyeimbangkan rasa gurih alami dari ikan, merica, garam, dan bawang putih.
Setelah sesi berbagi pengalaman dan tips-tips pengolahan, kegiatan berlanjut ke sesi praktik. Ikan yang telah difilet digiling dua kali. Tahap pertama untuk menghaluskan daging, dan tahap kedua dilakukan setelah bumbu seperti bawang putih, garam, penyedap rasa, cabai, dan tepung dicampurkan dengan tambahan es batu agar adonan lebih kalis.

Begitu adonan siap, para peserta mulai membentuknya menjadi silinder kecil untuk kemudian dikukus. Proses ini menjadi momen penuh partisipasi. Ada yang sibuk mengulek bumbu, menyiapkan kukusan, hingga mengatur urutan penggilingan. Tawa dan percakapan akrab mewarnai kegiatan yang berlangsung hingga sore hari.
“Pembuatan kerupuk ini sangat sederhana. Kami juga bisa memanfaatkan ikan katamba yang melimpah. Sangat bagus untuk bisnis” ujar salah satu peserta.





