Kaledupa – SMA Negeri 1 Kaledupa membentuk Klub Mangrove sebagai wadah bagi siswa untuk belajar sekaligus berpartisipasi aktif dalam upaya pelestarian ekosistem mangrove di Kaledupa. Pembentukan klub ini dilaksanakan pada Sabtu (18/7) melalui kerja sama antara Forum Kahedupa Toudani (Forkani) dan SMA Negeri 1 Kaledupa.
Kegiatan yang diikuti oleh 30 siswa ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) antara Forkani dan pihak sekolah dalam pengembangan pendidikan lingkungan berbasis konservasi. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh perwakilan Forkani, yaitu La Beloro, Nurmayanti Yeniwati, dan Agus Supriyadi.
Pada kesemptannya ,Yanti menjelaskan bahwa Klub Mangrove dibentuk untuk memudahkan koordinasi berbagai kegiatan edukasi dan konservasi yang akan melibatkan siswa secara aktif. Program ini tidak hanya berfokus pada pembelajaran di kelas, tetapi juga mengedepankan praktik langsung di lapangan agar siswa dapat mengenal ekosistem mangrove secara lebih dekat.
“Melalui klub ini, siswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam menjaga dan melestarikan hutan mangrove,” ujar Yanti.

Ruang lingkup kerja Klub Mangrove ini meliputi edukasi lingkungan, pelibatan siswa dalam kegiatan monitoring dan pengawasan mangrove, penanaman dan rehabilitasi mangrove, pengembangan kegiatan ekstrakurikuler berbasis lingkungan, serta publikasi dan kegiatan bersama terkait konservasi.
Pembentukan klub mendapat sambutan positif dari para siswa. Seluruh peserta menyatakan kesediaannya untuk bergabung dan berkomitmen mengikuti berbagai kegiatan yang telah direncanakan.
Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan pemilihan pengurus secara demokratis. Berdasarkan hasil musyawarah, Fikri terpilih sebagai Ketua Klub Mangrove, didampingi Mardani sebagai Wakil Ketua, Livia sebagai Sekretaris, dan Fice sebagai Bendahara. Kepengurusan ini selanjutnya akan ditetapkan melalui Surat Keputusan Kepala Sekolah.
Keanggotaan Klub Mangrove bersifat terbuka bagi seluruh siswa SMA Negeri 1 Kaledupa tanpa membedakan asal desa. Langkah ini diharapkan dapat memperluas partisipasi generasi muda dalam mendukung pelestarian mangrove di Kaledupa.
Sebagai tindak lanjut, klub telah menyusun agenda kegiatan perdana, yaitu pelatihan dasar ekologi mangrove dan konservasi lingkungan yang dijadwalkan pada 22 Juli 2026. Selanjutnya, anggota klub akan mengikuti kegiatan lapangan pada 26 Juli 2026 di kawasan mangrove Kadie La Olua, Desa Sombano, bertepatan dengan peringatan Hari Internasional Konservasi Ekosistem Mangrove (World Mangrove Day).