Sombano– Upaya pengawasan hutan mangrove di wilayah Kadie La Olua menunjukkan perkembangan positif. Hal ini disampaikan oleh Oldi dari SPTN II Kaledupa Balai Taman Nasional Wakatobi saat memaparkan hasil analisis dan evaluasi patroli mangrove yang dilakukan Kelompok Popajumpa dalam Musyawarah Umpan Balik Data Patroli Pengawasan Mangrove di Desa Sombano, Kamis (16/7).
Menurut Oldi, intensitas patroli yang dilakukan Kelompok Popajumpa mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2025, kelompok melaksanakan 10 kali patroli, sementara pada tahun 2026 meningkat menjadi 11 kali patroli yang menjangkau berbagai lokasi mangrove di Kadie La Olua.
Peningkatan frekuensi patroli tersebut menunjukkan semakin kuatnya komitmen masyarakat dalam menjaga kawasan mangrove melalui pengawasan rutin dan pendokumentasian kondisi lapangan.
“Dari sisi operasional, kinerja patroli mengalami peningkatan. Kelompok semakin aktif melakukan pemantauan kawasan dan mendokumentasikan berbagai kondisi yang ditemukan di lapangan,” ujar Oldi.
Hasil patroli juga menunjukkan masih terdapat sejumlah lokasi yang mampu mempertahankan kondisi lingkungan dalam kategori “Sangat Baik”. Lokasi tersebut antara lain Sampua Kaluku–Okko–Fano, Sampua Lanta–Kafudo, dan Uwe–Kafudo. Kawasan-kawasan tersebut dinilai memiliki kondisi vegetasi yang baik dan tetap terjaga.
Selain memantau kondisi kawasan, patroli juga menghasilkan berbagai data penting yang menjadi dasar evaluasi pengelolaan mangrove. Informasi mengenai kondisi vegetasi, perubahan tutupan lahan, hingga aktivitas masyarakat di sekitar kawasan berhasil terdokumentasi dengan lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Dari sisi keanekaragaman hayati, kawasan mangrove Kadie La Olua juga menunjukkan kondisi yang tetap stabil. Berbagai jenis burung pesisir, kepiting, siput bakau, dan satwa lainnya masih ditemukan selama kegiatan patroli. Bahkan pada tahun 2026, tim berhasil mendokumentasikan dua ekor kakatua putih di kawasan Sampua La Kapeha, yang menjadi indikator bahwa kawasan mangrove masih berfungsi sebagai habitat penting bagi satwa liar.