#Forkani

Nelayan Dusun Lohoa Bahas HAM dan Tanggung Jawab Sosial dalam Manajemen Perikanan

Tanomeha, 17 Mei 2025 — Para nelayan dari Dusun Lohoa bersama pemerintah desa Tanomeha membahas Pernyataan Kebijakan Hak Asasi Manusia (HAM) dan Tanggung Jawab Sosial dalam Sistem Manajemen Kualitas Perikanan. Kegiatan ini difasilitasi oleh Hadanuddin selaku Program Maneger Forkani. Pertemuan ini menjadi ruang penting untuk membicarakan tantangan yang dihadapi nelayan dari sisi sosial, ekonomi, hingga […]

Nelayan Dusun Lohoa Bahas HAM dan Tanggung Jawab Sosial dalam Manajemen Perikanan Read More »

Masyarakat Desa Sombano Ikuti Pelatihan Penanganan Pasca Tangkap Perikanan

Sombano, 15 Mei 2025— Sejumlah nelayan dan warga Desa Sombano mengikuti pelatihan penanganan pasca tangkap perikanan yang dilaksanakan di Kantor Desa Sombano. Kegiatan ini difasilitasi oleh Samran dari Koperasi Nelayan Produsen Nelayan Samata Padakkau. Dalam pelatihan tersebut, Samran menjelaskan bahwa perikanan adalah sebuah sistem yang terdiri dari tiga komponen utama, yaitu produksi, penanganan dan pengolahan,

Masyarakat Desa Sombano Ikuti Pelatihan Penanganan Pasca Tangkap Perikanan Read More »

Gurita, Doa, Puria, dan Harmoni Laut

Tanomeha, 2 Mei 2025— Fajar baru saja menyingsing saat nelayan dan warga Desa Tanomeha mulai berdatangan ke dermaga. Laut masih berselimut tenang, sementara langit di ufuk timur perlahan merekah. Hari itu, mereka bersiap menandai berakhirnya masa penutupan sementara (Temporary Closure) kawasan tangkap gurita di Ou Laro, sebuah laguna tenang yang dipeluk lebatnya hutan mangrove. Dengan

Gurita, Doa, Puria, dan Harmoni Laut Read More »

Rencana Pembukaan Lokasi Penutupan Ou Laro Dibahas dalam Pertemuan Bulanan di Dusun Lohoa

Lohoa, 21 Maret 2025 — Warga Dusun Lohoa kembali menggelar pertemuan bulanan yang kali ini difokuskan pada pembahasan rencana pembukaan lokasi penutupan perairan Ou Laro. Lokasi ini sebelumnya ditutup selama kurang lebih dua bulan sebagai bagian dari upaya pengelolaan sumber daya perikanan berbasis masyarakat. Pertemuan dibuka oleh Agus (Staf Forkani) yang menyampaikan bahwa kegiatan hari

Rencana Pembukaan Lokasi Penutupan Ou Laro Dibahas dalam Pertemuan Bulanan di Dusun Lohoa Read More »

Kelompok Posa’asa Ikuti Pelatihan Pengembangan Bisnis: Belajar Mengenal Produk dan Menilai Kelayakan Usaha

Kaledupa, 13-14 April 2025 – Kelompok Simpan Pinjam Posa’asa mengikuti pelatihan pengembangan bisnis yang digelar pada pertengahan di Kator Desa Sombano. Kegiatan ini difasilitatori oleh Hasanuddin. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya meningkatkan kapasitas anggota dalam merintis dan mengelola usaha secara mandiri dan berkelanjutan. “Pelatihan ini bertujuan agar kelompok bisa lebih paham tentang bagaimana memulai dan

Kelompok Posa’asa Ikuti Pelatihan Pengembangan Bisnis: Belajar Mengenal Produk dan Menilai Kelayakan Usaha Read More »

Menilik Perkembangan Stunting di Desa Darawa

Desa Darawa, 14 Maret 2025 – Forkani, Puskesmas Sandi, pemerintah desa, dan kader kesehatan Desa Darawa menggelar diskusi mengenai perkembangan stunting dan kekurangan gizi di Desa Darawa. Pertemuan ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi anak-anak yang mengalami masalah gizi serta mencari solusi bersama untuk pencegahannya. Kepala Puskesmas Sandi, Atina, menjelaskan bahwa pada tahun 2024 terdapat tujuh

Menilik Perkembangan Stunting di Desa Darawa Read More »

Dari Laut ke Piring, Ikan Sebagai Nutrisi Penting Bagi Anak

Darawa, 12 Maret 2025- Konsumsi pangan lokal menjadi kunci utama dalam meningkatkan gizi masyarakat, terutama bagi bayi dan balita. Hal ini disampaikan dalam kegiatan penyuluhan kesehatan yang berlangsung di Kantor Desa Darawa, bekerja sama dengan Forkani dan Puskesmas Sandi. Kegiatan ini dihadiri oleh ibu-ibu pengurus kader kesehatan, ibu hamil, serta para ibu yang memiliki bayi

Dari Laut ke Piring, Ikan Sebagai Nutrisi Penting Bagi Anak Read More »

Menutup Laut Sombano: Doa, Harapan, dan Upaya Pemulihan

Sombano, 26 Februari 2025- Matahari perlahan naik, menyinari barisan rumah-rumah panggung di tepi pantai. Sekitar pukul 9 pagi, warga mulai berkumpul di Toruntu, sebuah batu karang yang menjadi tempat sakral bagi mereka. Di tempat inilah doa-doa dipanjatkan sebelum laut ditutup sementara (Temporary Clouser), memberi kesempatan bagi ekosistem untuk beristirahat dan pulih. Di tengah lingkaran masyarakat

Menutup Laut Sombano: Doa, Harapan, dan Upaya Pemulihan Read More »

Namo Nu Sara di Darawa: Doa Perempuan, Harapan di Laut

Darawa, 27 Februari 2025- Pagi itu, langit Darawa diselimuti awan kelabu. Matahari yang seharusnya muncul dari balik cakrawala tertutup mendung tipis, membuat udara terasa lebih sejuk dari biasanya. Air surut sejak pagi buta, menjadi pertanda baik untuk memulai hari pembukaan Namo Nu Sara, tradisi penutupan sementara perairan yang kini dibuka kembali setelah berbulan-bulan dibiarkan beristirahat.

Namo Nu Sara di Darawa: Doa Perempuan, Harapan di Laut Read More »

Tingkatkan Kesiapsiagaan, Nelayan Darawa Ikuti Pelatihan Keselamatan di Laut

Darawa, Kaledupa– Selama dua hari, 25-26 Februari 2025, masyarakat nelayan di Desa Darawa mengikuti pelatihan keselamatan di laut yang diselenggarakan oleh Satuan Polisi Air dan Udara (Polairud) Polres Wakatobi bersama Forkani. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan nelayan dalam menghadapi situasi darurat di laut, mencegah kecelakaan, serta memperkuat kesadaran akan pentingnya menjaga keselamatan

Tingkatkan Kesiapsiagaan, Nelayan Darawa Ikuti Pelatihan Keselamatan di Laut Read More »

Upaya Penguatan Masyarakat Adat, Sara Barata Kahedupa Ikuti Pelatihan Penyusunan Rencana Aksi

Kaledupa, 16-18 Februari 2025 – Lembaga Sara Barata Kahedupa mengikuti pelatihan penyusunan rencana aksi sebagai langkah strategis dalam pengelolaan adat, budaya, dan hak-hak masyarakat adat. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari yang berlangsung di Ruang Belajar Forkani, Minggu hingga Selasa (16-18/02/2025). Moderator, Mursiati menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk menyusun rencana aksi yang dapat menjadi

Upaya Penguatan Masyarakat Adat, Sara Barata Kahedupa Ikuti Pelatihan Penyusunan Rencana Aksi Read More »

LMMA Kadie Langge Tetapkan AD/ART untuk Pengelolaan Sumber Daya Pesisir Berkelanjutan

Tanomeha, 14-15 Februari 2025- LMMA menetapkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang berlangsung di Kantor Desa Tanomeha. Penyusunan AD/ART ini difasilitasi oleh Masrika, Koordinator Perikanan Skala Kecil. Pembuatan AD/ART ini bertujuan untuk memperjelas struktur organisasi, tata kelola, serta aturan yang akan menjadi dasar operasional kelompok dalam menjaga keberlanjutan sumber daya pesisir dan laut di

LMMA Kadie Langge Tetapkan AD/ART untuk Pengelolaan Sumber Daya Pesisir Berkelanjutan Read More »

Sah, Sara Barata Kahedupa Tetapka Aturan Adat Pengelolaan Perikanan Gurita

Kaledupa, 13 Februari 2025- Sara Barata Kahedupa resmi menetapkan Peraturan Adat Barata Kahedupa Nomor 1 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Perikanan Gurita di Wilayah Barata Kahedupa, Pulau Kaledupa. Keputusan ini diambil setelah diskusi mendalam yang melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat adat, nelayan, pemerintah desa, dan perwakilan pemerintah kecamatan. Lakina Barata Kahedupa, La Ode Saidin membuka pertemuan dengan

Sah, Sara Barata Kahedupa Tetapka Aturan Adat Pengelolaan Perikanan Gurita Read More »

Pembukaan Wilayah Penutupan Sementara di Desa Sombano

Sombano, 11 Februari 2025- Setelah beberapa bulan ditutup, hari ini wilayah penutupan sementara tangkapan gurita di Desa Sombano akhirnya dibuka kembali. Wilayah ini telah ditutup sejak Oktober lalu dan menjadi lokasi kedua setelah Toto Nu Kampo yang menerapkan sistem serupa. Pagi itu, masyarakat mulai berdatangan ke Toruntu, sebuah batu gamping yang berada di pinggir pantai.

Pembukaan Wilayah Penutupan Sementara di Desa Sombano Read More »

Penutupan Wilayah Tangkapan di Ou Laro: Harmoni Tradisi dan Konservasi

Tanomeha, 9 Februari 2025- Pagi itu mendung, tapi tak menyurutkan langkah kami untuk menjalankan tugas. Dua perahu telah siap mengantarkan kami ke Ou Laro, lokasi yang akan ditutup sementara dari aktivitas penangkapan ikan. Perjalanan dari jembatan Tanomeha memakan waktu sekitar 30 menit. Selama perjalanan, hamparan hutan mangrove berdiri rapi di sisi kiri dan kanan, seolah

Penutupan Wilayah Tangkapan di Ou Laro: Harmoni Tradisi dan Konservasi Read More »

Scroll to Top